Senin, 02 Januari 2012

makalah_PENGARUH MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL

PENGARUH MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Psikologi Sosial
Dosen Pengampu : Nadiatus Salama, M.Si





Disusun oleh :
Nikmatul Maula
101111078


FAKULTAS DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011


PENGARUH MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL

  1. PENDAHULUAN
Masalah perkembangan manusia tak akan terlepas dari pengaruh lingkungan di sekitarnya. Sebelum hal ini dibahas lebih lanjut, marilah kita melihat beberapa penjelasan pengertian-pengertian di bawah ini. Pengaruh, berarti daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Lingkungan,berarti daerah (kawasan dan sebagainya) yang termasuk di dalamnya, golongan, kalangan. Perkembangan, berarti perihal berkembang ( menjadi besar, menjadi bertambah sempurna- tt perilaku, pikiran, pengetahuan dan sebagainya).
Sosial, berarti berkenaan dengan masyarakat. Manusia, makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.

  1. PERMASALAHAN
  1. Peran apa sajakah yang mempengaruhi perkembangan sosial?
  2. Apa pengaruh dari perkembangan social itu?

  1. PEMBAHASAN

  1. Peran yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial
Dalam menguraikan pengaruh masyarakat terhadap perkembangan sosial, akan ditekankan kepada pengaruh kelompok sosial yang terdapat dari berbagai bidang kelompok sosial.


  1. Peranan Keluarga
Keluarga adalah kelompok masyarakat terkecil yang terdiri dari suami, istri dan anak yang belum dewasa. Keluarga merupakan kelompok sosial yang pertama dalam kehidupan manusia, tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial di dalam hubungan interaksi dengan kelompoknya. Dalam keluargalah sebagai kelompok primer, anak mengalami proses sosialisasi yang pertama – tama. Peran kelompok primer dalam perkembangan dan kehidupan individu, baik sebagai makhluk individual, makhluk sosial k religi sangat penting.1
Pengalaman – pengalamannya dalam interaksi sosial dalam keluarganya turut menentukan pula cara – cara tingkah lakunya terhadap orang lain dalam pergaulan sosial di luar keluarganya, di dalam masyarakat pada umumnya. Apabila interaksi sosialnya di dalam kelompok - kelompok karena beberapa sebab tidak wajar, kemungkinan besarya bahwa interaksi sosialnya dengan masyarakat pada umumnya juga berlangsung tidak wajar.
Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan social anak – anak di dalam keluarga adalah sebagai berikut :
  1. Status sosial – ekonomi
Seorang anak yang dibesarkan dengan kondisi perekonomian yang cukup maka dia akan mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan diri. Dalam hal ini status sosial ekonomi sebuah keluarga bukanlah faktor mutlak dalam perkembangan sosial manusia. Namun paling tidak hal ini memberi sumbangan bagi perkembangan sosial seseorang. Bisa saja seorang anak dilahirkan ditengah-tengah keluarga yang berkecukupan namun tidak harmonis, tentunya hal ini tidak akan menguntungkan bagi perkembangan sosial seorang anak.
  1. Keutuhan Keluarga
Seperti telah diterangkan di atas, keluarga adalah kelompok masyarakat terkecil yang terdiri dari suami, istri dan anak yang belum dewasa. Apabila salah satu dari unsur-unsur tersebut tidak ada, misal ada ibu namun tidak ada ayah (baik karena meninggal atau bercerai), maka keluarga tersebut tidak bisa dikatakan sebagai keluarga yang utuh lagi. Ini disebut keutuhan keluarga secara stuktur. Disamping itu ada pula keutuhan dalam interaksi, yaitu adanya interaksi sosial yang wajar (harmonis). Ketidakutuhan keluarga tentunya berpengaruh negative bagi perkembangan sosial seorang anak.

  1. Sikap dan Kebiasaan Orang Tua
Cara-cara dan sikap orang tua dalam pergaulannya memegang peranan yang cukup penting dalam perkembangan sosial seorang anak. Beberapa penelitian telah membuktikan hal ini dan didapati kesimpulan sebagai berikut: Makin otoriter orang tuanya, makin berkuurang ketidaktaatan, tetapi makin banyak timbul ciri-ciri pasivitas, kurangnya inisiatif, tidak dapat merencanakan sesuatu, daya tahan berkurang dan penakut. Sebaliknya sikap demokratis dari orang tua menimbulkan cirri-ciri berinisiatif, tidak penakut, lebih giat dan lebih bertujuan, namun juga menimbulkan kemungkinan berkembangnya ketidaktaatan dan tidak mau menyesuaikan diri. Bila orang tua terlalu melindungi anak-anaknya maka akan timbul ketergantungan kepada orang tua. Bila orang tua mengembangkan sikap penolakan terhadap anaknya, maka akan timbul ciri-ciri agresivitas dan tingkah laku bermusuhan pada anak tersebut dan juga gejala-gejala menyeleweng seperti berdusta dan mencuri.
  1. Status Anak
Yang dimaksud sebagai status anak di sini ialah apakah dia anak tunggal, anak sulung atau bungsu di dalam keluarga. Seorang anak tunggal perkembangan sosialnya berbeda dengan yang bukan anak tunggal. Anak tunggal cenderung egosentris, mencari penghargaan secara berlebihan, memiliki keinginan untuk berkuasa secara berlebihan dan mudah sekali rendah diri. Kita melihat di sini corak negatif dalam perkembangan sosial seorang anak tunggal. Anak tunggal cenderung mengalami hambatan dalam perkembangan sosialnya, karena ia tidak terbiasa bergaul dalam kelompok kekeluargaan yang sangat ia perlukan.
Anak yang memiliki saudara lebih aktif dan berambisi dibanding anak tunggal yang pasif dan kurang mau berusaha. Hal ini didasarkan pada kenyataan ketika anak pertama memiliki perasaan dihargai dan diperhatikan orang tua yang lebih besar daripada anak yang kedua dan seterusnya. Anak yang berikutnya justru merasa harus lebih giat berjuang memperoleh penghargaan dan perhatian dari orang tuanya sebesar yang telah diterima oleh kakak pertama.2

  1. Peranan Sekolah
Pada umumnya pendidikan sekolah itu mempertinggi taraf inteligensi orang - orang. Namun sekolah bukanlah hanya merupakan lapangan tempat orang mempertajam inteleknya saja, peranan sekolah itu jauh leih luas. Didalamnya itu berlangsung beberapa bentuk dasar dari kelangsungan pendidikan pada umumnya. Yaitu, pembentukan sikap - sikap dan kebiasaan - kebiasaan yang wajar, perangsang dari potensi - potensi anak, perkembangan dari kecakapan - kecakapanya pada umumnya bekerja sama dengan kawan sekelompok, melaksanakan tuntutan - tuntutan dan contoh – contoh yang baik, belajar menahan diri demi kepentingan orang lain, memperoleh pengajaran, menghadapi saingan yang semuanya antara lain mempunyai akibat pencerdasan otak anak – anak seperti yang dibuktikan dengan tes – tes intelegensi.
  1. Peranan Lingkungan Kerja
Usaha - usaha penelitian mengenai pengaruh lingkungan kerja itu hanyalah mengenai keadaan lingkungan kerja itu yang diduga dapat mempengaruhi perkembangan sosial individu itu. Diantaranya terdapat beberapa pandangan berdasarkan observasi yang berkisar pada lingkungan pekerjaan yang bercorak industry di kota besar yang modern, dibandingkan dengan lingkungan pekerjaan yang bercorak pertanian di kota kecil atau desa.
Pengaruh positi jaf dari lingkungan kerja di dalam suatu perusahaan besar yang modern pernah dirumuskan sebagai berikut :
Dengan adanya cara kerja yang tersusun, kebersihan dan ketelitian yang harus dipelihara d dalam perusahaan besar, maka orangnyapun akan memperoleh latihan di dalamnya. Di samping itu kecermatan, kecepatan, ketepatan, dan keteraturan yang diperlukan dalam bermacam – macam pekerjaan dan suatu perusahaan modern itu mepunyai pengaruh ‘mendisiplinkan’ manusia dan membentuk manusia yang cakap.
Sebaliknya sebagai pengaruh dari hidup dan cara kerja di suatu kota industry besar modern dapat dirumuskan, bahwa interaksi social antara manusia disana seolah tidak bersifat kekeluargaan lagi. Tetapi bercorak rasional dan terlampau individualistis.
Mengenai pengaruh lingkungan pekerjaan yang bersifat pertanian di desa ada pendapat, bahwa kepribadian yang harmonis, realistis, tidak tergesa – gesa yang bersifat kekeluargaan.
  1. Peranan media massa
Betapa besarnya pengaruh alat komunikasi massa seperti perpustakaan, majalah, surat kabar, ceramanumah radio, film, televise dan sebagainya itu terhadap perubahan attitude - attitude dan terhadap perkembangan social pribadi manusia. Yang menjadi perhatian mengenai pengaruh media massa ini terhadap perkembangan orang ialah, apakah dan bagaimanakah pengaruh yang negative dari frekuensi menonton bioskop, melihat televise dan dari membaca komik.
Bahwa seringnya atau tidak seringnya orang dikenakan komunikasi massa itu sendiri belum mempunyai akibat yang cukup tegas. Jadi, rupa - rupanya bukan frekuensi yang menentukan adanya pengaruh tertentu, melainkan isi dari film, buku atau ceramah itulah yang lebih mempengaruhi perkembangan sosial manusia. Tetapi hal ini secara umum sulit ditentukan secar empiris eksperimental, sedangkan pengaruh - pengaruh khusus dari alat - alat komunikasi massa terhadap perkembangan social manusia.3

  1. Pengaruh Perkembangan Sosial
Pengaruh perkembangan sosial terhadap tingkah laku masyarakat, terutama pikiran remaja sering dipengaruhi oleh ide - ide dari teori - teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain. Pengaruh egosentris sering terlihat pada pemikiran remaja, yaitu :
a) Cita-cita dan idealisme yang baik , terlalu menitik beratkan pikiran sendiri tanpa memikirkan akibat jauh dan kesulitan-kesuliatn praktis.
b) Kemampuan berpikir dengan pendapat sendiri belum disertai pendapat orang lain
Pencerminan sifat egois dapat menyebabkan dalam menghadapi pendapat orang lain, maka sifat ego semakin kecil sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang semakin baik dan matang.
Perbedaan Individual dalam Perkembangan Sosial
Bergaul dengan sesama manusia (sosialisasi) dilakukan oleh setiap orang, baik secara individual maupun berkelompok. Dilihat dari berbagai aspek, terdapat perbedaan individual manusia, yang hal itu tampak juga dalam perkembangan sosialnya.
Sesuai dengan Teori komprehensif yang dikemukakan oleh Erickson yang menyatakan bahwa manusia hidup dalam kesatuan budaya yang utuh, alam dan kehidupan masyarakat menyediakan segala Hal yang dibutuhkan manusia. Namun sesuai dengan minat, kemampuan, dan latar belakang kehidupan budayanya maka berkembang kelompok-kelompok sosial yang beranekaragam.
Remaja yang telah mulai mengembangkan kehidupan bermasyarakat, maka telah mempelajari pola-pola yang sesuai dengan kepribadiannya.
Upaya Pengembangan Hubungan Sosial Remaja dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan
a) Penciptaan kelompok sosial remaja perlu dikembangkan untuk memberikan rangsang kepada mereka kearah perilaku yang bermanfaat.
b) Perlu sering diadakan kegiatan kerja bakti , bakti karya dan kelompok-kelompok belajar untuk dapat mempelajari remaja bersosialisasi sesamanya dan masyarakat .4

  1. KESIMPULAN
Dalam ulasan diatas dapat saya simpulkan, bahwa pengaruh masyarakat terhadap perkembangan social itu terjadi dalam berbagai peran :
  1. Peranan Keluarga
  2. Peranan Sekolah
  3. Peranan Lingkungan Kerja
  4. Peranan media massa
Sedangakn pengaruh perkembangan sosial terhadap tingkah laku masyarakat, terutama pikiran remaja sering dipengaruhi oleh ide - ide dari teori - teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain. Pengaruh egosentris sering terlihat pada pemikiran remaja, yaitu :
a) Cita-cita dan idealisme yang baik , terlalu menitik beratkan pikiran sendiri tanpa memikirkan akibat jauh dan kesulitan-kesuliatn praktis.
b) Kemampuan berpikir dengan pendapat sendiri belum disertai pendapat orang lain
Pencerminan sifat egois dapat menyebabkan dalam menghadapi pendapat orang lain, maka sifat ego semakin kecil sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang semakin baik dan matang.

  1. PENUTUP

Demikianlah makalah yang dapat saya sampaikan, pemakalah menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat saya harapkan untuk kesempurnaan makalah ini dan selanjutnya. Dan akhirnya, pemakalah mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan. Baik dalam sistematikany penulisan, isi dalam pembahasan materi ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pemakalah sendiri khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Amin…





DAFTAR PUSTAKA

Gerungan, W.A. Dipl Psych. 1991. PSIKOLOGI SOSIAL. Bandung : Eresco.

Walgito, Bimo. 2002. PSIKOLOGI SOSIAL (SUATU PENGANTAR). Yogyakarta : ANDI.

http://prince-mienu.blogs pot.com/2010/0makalah-tentang-perkembangan-hubungan.html

1 Bimo Walgito, PSIKOLOGI SOSIAL (SUATU PENGANTAR), (Yogyakarta : ANDI, 2002), hal. 76.

2 W.A. Gerungan Dipl. Psych, PSIKOLOGI SOSIAL, (Bandung : Eresco, 1991), hal. 180-182.

3 Ibid, hal. 192-197

4 http://prince-mienu.blogs pot.com/2010/0makalah-tentang-perkembangan-hubungan.html

Jumat, 30 Desember 2011

Lahirnya Pola 17 Plus Bimbingan dan Konseling


Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas, ketidak jelasan pola yang harus diterapkan berdampak pada buruknya citra bimbingan dan konseling, sehingga melahirkan miskonsepsi terhadap pelaksanaan BK, munculnya persepsi negatif terhadap pelaksanaan BK, berbagai kritikan muncul sebagai wujud kekecewaan atas kinerja Guru Pembimbing sehingga terjadi kesalahpahaman, persepsi negatif dan miskonsepsi berlarut. Masalah menggejala diantaranya: konselor sekolah dianggap polisi sekolah, BK dianggap semata-mata sebagai pemberian nasehat, BK dibatasi pada menangani masalah yang insidental, BK dibatasi untuk klien-klien tertentu saja, BK melayani ”orang sakit” dan atau ”kurang normal”, BK bekerja sendiri, konselor sekolah harus aktif sementara pihak lain pasif,

Jenis Bimbingan dan Konseling


Jenis – jenis bimbingan di bedakan menjadi tiga, yaitu :
A. Bimbingan Pendidikan (Educational Guidance)
Dalam hal ini bantuan yang dapat diberikan kepada anak dalam bimbingan pendidikan berupa informasi pendidikan, cara belajar yang efektif, pemilihan jurusan, lanjutan sekolah, mengatasi masalah belajar, mengambangkan kemampuan dan kesanggupan secara optimal dalam pendidikan atau membantu agar para siswa dapat sukses dalm belajar dan mampu menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan sekolah.